Order Now
Teh nDeso Supporting Small Holder Tea Farmers

News

Metode CTC untuk Teh Hijau: Lebih Efisien dan Kaya Manfaat

22 Januari 2025
#

Selama ini, teh hijau umumnya diolah menggunakan metode ortodoks. Namun, sebuah penelitian dari Tocklai Tea Research Institute menemukan fakta menarik, metode Curl, Tear, and Crush (CTC) dapat digunakan untuk memproduksi teh hijau dengan lebih efisien dan terjangkau. Hal ini cukup unik, mengingat metode CTC secara tradisional lebih dikenal dalam produksi teh hitam.

Menurut penelitian tersebut teh hijau yang diolah menggunakan metode CTC memiliki kadar antioksidan dan senyawa bioaktif yang sama, bahkan lebih tinggi, dibandingkan teh hijau ortodoks. Komponen bioaktif seperti polifenol, katekin, kafein, dan theanine dalam teh hijau mempunyai berbagai manfaat kesehatan, termasuk sifat antioksidan, antimikroba, dan anti radiasi. Selain itu, senyawa ini juga membantu memperkuat pembuluh darah dan melancarkan sekresi air seni. Lebih menarik lagi, kandungan senyawa bioaktif dalam 0,75 gram teh hijau CTC setara kandungan dalam 2 gram teh hijau ortodoks, menjadikan metode CTC lebih efisien.  

Melalui metode CTC, daun teh dipecah menjadi partikel yang lebih kecil dengan permukaan yang lebih besar, sehingga meningkatkan interaksinya dengan air selama penyeduhan. Hal ini memungkinkan pelepasan senyawa bioaktif yang lebih tinggi hingga 167% lebih efektif dibandingkan metode ortodoks. Dengan demikian, konsumen dapat merasakan manfaat kesehatan teh hijau secara lebih optimal dan ekonomis.

Dengan semakin meningkatnya konsumsi teh hijau di seluruh dunia, inovasi ini memperkenalkan teh hijau CTC sebagai pilihan baru yang menjanjikan. Teh hijau CTC tidak hanya menawarkan produk yang lebih terjangkau dan berkualitas tinggi, tetapi juga mendukung pertumbuhan berkelanjutan dalam industri teh. Bagi konsumen, ini adalah kesempatan untuk menikmati manfaat teh hijau secara lebih mudah dan ekonomis, sementara bagi produsen, metode ini membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing di pasar global.

 

Sumber: Goswami, 2024