
Food and Agriculture Organization Intergovernmental Group (FAO IGG) on Tea ke 25 telah digelar di India pada Februari 2024 dengan dihadiri 77 delegasi dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Acara tersebut menjadi wadah pertukaran informasi mengenai tren terkini dalam produksi, konsumsi, harga, perkembangan kebijakan, dan situasi pasar global. Tidak hanya membahas dinamika perdagangan teh global, diskusi juga bergulir pada masalah dampak perubahan iklim, perkembangan teh organik, pembahasan Maximum Residue Levels (MRLs), dan posisi perkebunan teh rakyat dalam percaturan teh global.
Dalam forum itu, Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Kementerian Pertanian, Fauziah T. Ladja, menekankan pentingnya edukasi menyeluruh bagi produsen dan konsumen sebagai langkah proaktif dalam menghadapi kompleksitas pasar global.
Keterlibatan aktif dari instansi pemerintah dalam membangun hubungan internasional sangat penting untuk membuka prospek teh Indonesia di pasar dunia, menerapkan digitalisasi pertanian, dan merumuskan strategi agar komoditas teh Indonesia lebih berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah.
Langkah-langkah tersebut tidak hanya untuk memperluas pangsa pasar produk teh Indonesia, namun juga memberikan dukungan penting bagi petani teh rakyat yang paling rentan terdampak dibandingkan perkebunan besar negara maupun swasta.
Beberapa tindakan untuk mendukung perkebunan teh rakyat seperti pembinaan dan pengawalan produksi, serta budidaya dan pengolahan dengan teknologi mumpuni untuk mendongkrak harga, memperluas akses pasar dan pendanaan, serta memenuhi standar mutu yang berlaku.
“Kita perlu memperkuat segala upaya untuk memastikan sektor teh bermanfaat bagi pekebun kecil dan masyarakat pedesaan, tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga dalam jangka panjang.” Ujar Andi Nur Alam Syah.
Penyelamatan dan peningkatan usaha perkebunan teh rakyat menjadi salah satu fokus di Indonesia karena lebih dari 49% dari perkebunan teh Indonesia diusahakan oleh rakyat. Petani teh harus terus melakukan inovasi dan eksplorasi untuk meningkatkan budidaya, penanganan, dan pengolahan teh agar tetap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Sumber: Ditjenbun Pertanian, 2024






