 2 (2) (1) (1)-compressed.jpg)
Kondisi sektor teh Indonesia tidak kunjung membaik. Gejala-gejala kemerosotan ini sudah terlihat sejak dua dekade terakhir dimana luas perkebunan teh Indonesia terus berkurang. Berdasarkan data BPS, total luas perkebunan teh Indonesia pada 2021 adalah 102.079 hektar. Padahal, pada 2001 luas perkebunan teh nasional mencapai 150.872 hektar.
Meski Indonesia termasuk dalam sepuluh besar negara penghasil teh dunia, namun tingkat konsumsi tehnya masih kecil jika dibandingkan dengan negara-negara lain.
Ketua Bidang Promosi Dewan Teh Indonesia, Ratna Somantri, menyebutkan konsumsi teh per kapita Indonesia hanya 0,46 kg per kapita, sedangkan rata-rata konsumsi teh dunia 0,7 – 0,8 kg per kapita.
Tingkat konsumsi teh Indonesia terus stagnan, salah satunya karena edukasi dan promosi belum sistematis dan belum mempunyai perencanaan yang baik. Promosi teh di Indonesia masih dilakukan secara individu dan perusahaan, padahal pemerintah juga berperan penting untuk meningkatkan popularitas teh tanah air.
“Saya percaya bahwa edukasi tentang teh dan promosi bahwa teh itu menarik adalah cara yang sangat penting untuk memajukan teh Indonesia,” Ujar Ratna.
Menciptakan bisnis teh yang menggunakan teh dari Indonesia sebagai bahan baku dapat membantu meningkatkan konsumsi teh domestik. Hasil panen dari perkebunan-perkebunan yang masih bertahan juga dapat terserap.
Di jangka panjang, perlu ada terobosan baru agar masyarakat, terutama generasi muda, tertarik untuk terus mengkonsumsi teh. Sektor hulu dan hilir industri juga perlu dibenahi agar generasi muda juga tertarik untuk menggeluti profesi di sektor teh dan membuka usaha teh.
Sumber: Kompas.id 2023 dan Kompas.com 2021







